Apexindo News

Public Expose Apexindo 2020

On Thursday, December 10, 2020, Apexindo held its Public Expose for 2020 as compliance of Indonesian Stock Exchange regulation for listed company. In this annual Public Expose, due to Covid-19 pandemic situation, the Public Expose held electronically by zoom meeting. Although the meeting was held electronically, the stakeholders of the Company didn’t lose their enthusiasm to following the meeting.

More than 30 people attended the meeting, representing public and media. Various questions were also raised to understand the Company’s condition and its plans to face business competition in the next year.

Apexindo Annual General Meeting Of Shareholder and Extraordinary General Meeting Of Shareholder

Apexindo News

In Thursday, August 5, 2020, Apexindo held Annual General Meeting of Shareholder (AGMS) and Extraordinary General Meeting of Shareholder. Located in multifunction hall in Apexindo’s head office, AGMS and EGMS  attended by the Board of Directors namely Bapak Zainal Abidinsyah Siregar as President Director, Bapak Erwin Sutanto as Vice President Director, and Bapak Mahar Atanta Sembiring as Director. 

This meeting also led by Apexindo’s President Commissioner, Bapak Irawan Sastrotanojo, and also attended by the Independent Commissioner, Bapak Robinson Simbolon. This AGMS attended by 80.52% share olders, and in the EGMS anttended by 80.53% of shareholders. All of agenda in AGMS and EGMS was approved by the  shareholders.

Rig 9 Reach 14 Years Without Lost Time Incident

Apexindo News

Rig 9 successfully reached 14 (fourteen) years operating without lost time incident (LTI). This record also recognized by International Association of Drilling Contractors (IADC) in appreciation letter and certificate that issued to Apexindo in July 2020. The success of Rig 9 in maintaining work safety has made this rig the longest LTI-free achievement among all Apexindo's onshore rigs.

In addition to good safety achievements, in the history of Apexindo, Rig 9 has also recorded another important record which is the success of maintaining cooperation with one client, namely VICO Indonesia in the East Kalimantan area for 25 (twenty five) years continuously, from 1991 to 2016. This record is a milestone for the Company in building good relationships with clients, as well as proving Apexindo's ability to consistently perform well.

Apexindo accomplished “hat-trick” during the industry downturn

In the last three month from December 2016 to early February 2017, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/the “Company”) has received 3 (three) recognition awards for the performance on 3 (three) drilling rig contracts. The Company has been given certified recognitions by Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) for the successful performance of Tasha jack up rig on well BTE-1 and Kepodang project of well KEJT-C3 and KEJT-C4 offshore via Madura; from PHE Randugunting for the outstanding performance of Apexindo Rig 2 on the RGT drilling project onshore in Rembang, Central Java; and from Pertamina Geothermal Energy for the successful operations of Apexindo Rig 4 in drilling geothermal wells in the Lahendong area of North Sulawesi.

“These awards are reflections of the reliable service quality provided by Apexindo. During this downturn in the industry, where we experienced a significant reduction of drilling activity, I am proud to see a result of our consistency in maintaining a high standard of services. Our day rates have been reduced by up to 40% if not more in the past few years; however it is our commitment to always deliver the highest performance. We are committed to excellence”, stated Zainal Abidinsyah Siregar, the President Director of Apexindo.

Aside of the consistent performance, our knowledge and experience in onshore and offshore operations are a solid base for successful long-standing business partnership with prominent locally based clients in addition to multi-national foreign companies, such as Total E&P Indonesie in Delta Mahakam, and VICO Indonesia in East Kalimantan area where we have been consistently operating rigs for over 25 years.

Apexindo received a Recognition Award from Petronas Indonesia

Apexindo News

November 23, 2016
PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/the “Company”) received a recognition award from Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) for the performance of Tasha jack up rig in well BTE-1.

The award is an acknowledgement for the achievement of zero Loss Time Incident during Tasha’s drilling campaign in August 2016 to October 2016.

Well BTE-1 is the first well drilled by Tasha, as the rig is contracted for a 3 wells program by Petronas Indonesia. Previously, Tasha was working under a contract with Petronas Carigali Sdn.Bhd. in Malaysian waters since first quarter 2015 and the contract was completed in July 2016.

“This award is a result of consistency in implementing safety behaviors which has been demonstrated by the crew. However, this achievement is also a challenge for us to maintain or even improve our performance”, stated Zainal Abidinsyah Siregar, the President Director of Apexindo.

During the years, Apexindo has received numerous awards and appreciation letters from reputable clients for its performance. Those awards are a reflection of service quality provided by Apexindo, as stated in the Company’s commitment statement of “Committed to Excellence”, to always deliver the highest performance in order to achieve the Company’s vision and mission.

SEARCH PAGE  

Media Clipping

Bakal dieksekusi pertengahan 2021, Apexindo kantongi total kontrak US$ 86,7 juta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) optimistis prospek kinerja perusahaan dan industri jasa tambang bisa lebih positif di 2021. Dimana, komitmen pemerintah turut jadi penopang prospek tersebut, di tengah tren kenaikan harga komoditas minyak mentah global yang sempat menyentuh level US$ 70 per barel beberapa waktu terakhir. Bahkan per Februari 2021, perusahaan itu sudah mengantongi total kontrak US$ 86,7 juta untuk dieksekusi pada pertengahan tahun ini. General Manager of Corporate Finance dan Investor Relation Apexindo Pretycia Darma menekankan kalau peningkatan permintaan aktivitas di awal tahun ini, didukung komitmen pemerintah untuk mencapai target produksi migas menjadi 1 juta barel per hari dan bukan dampak kenaikan harga minyak dunia.

"Kami merasakan ada peningkatan permintaan jasa pengeboran di dalam negeri yang bisa dilihat dari adanya lelang pengadaan atau tender yang diadakan oleh perusahaan-perusahaan migas," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (19/3). Di Februari 2021, APEX mendapatkan kontrak untuk Rig Yani dari Pertamina Hulu Mahakam untuk durasi kontrak 1,5 tahun dan opsi perpanjangan 1 tahun ditambah 1 tahun. Adapun total nilai kontrak tersebut mencapai US$ 68 juta. Rencananya, pekerjaan tersebut akan dimulai pada April 2021. Sementara itu, untuk Rig Maera juga telah mendapatkan kepastian kontrak di 2020 dari Pertamina Hulu Makaham, yang pengerjaannya akan dimulai pada kuartal II-2021. Adapun untuk nilai kontrak kontrak tersebut US$ 18,7 juta.  

"Sesuai dengan strategi Perseroan, kami selalu berusaha meningkatkan utilisasi rig-rig pengeboran kami dengan mengikuti tender-tender yang ada, yang sesuai dengan spesifikasi rig kami dan memiliki nilai ekonomis," jelasnya. Untuk tahun ini, Pretycia mengungkapkan salah satu target yang tengah diupayakan saat ini agar seluruh rig offshore/lepas pantai dapat terutilisasi secara penuh. "Kami harapkan target ini bisa terwujud dengan dukungan dari Pemerintah dalam memastikan realisasi dari program-program pengeboran yang dijadwalkan pada tahun ini," ujarnya. Dengan begitu, harapannya berbagai upaya yang dilakukan APEX tahun ini mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan Perseroan dan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. Mengutip berita sebelumnya, diketahui kalau Apexindo juga tengah mengincar peluang bisnis sektor jasa energi, khususnya pada industri panas bumi. Apalagi, perusahaan tersebut juga memiliki Rig 4 yang pernah dimanfaatkan untuk pengerjaan proyek panas bumi jangka panjang di Gunung Salak dan Gunung Drajat, Jawa Barat. 

Kontan.co.id, Friday, March 19, 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/bakal-dieksekusi-pertengahan-2021-apexindo-kantongi-total-kontrak-us-867-juta

Apexindo Pratama Duta (APEX) incar peluang dari jasa pengeboran panas bumi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) berusaha mencari peluang bisnis di sektor jasa energi di tahun ini. Tak hanya di industri migas, emiten ini juga berharap mampu menangkap peluang bisnis di industri panas bumi. General Manager Corporate Finance & Investor Relations Apexindo Pratama Duta Pretycia Darma mengatakan, APEX sebenarnya sudah pernah menjajal bisnis jasa pengeboran panas bumi sejak tahun 1994 silam. 

APEX memiliki beberapa rig yang pernah digunakan untuk jasa pengeboran panas bumi. Di antaranya, Rig 4 yang telah digunakan untuk mengerjakan proyek panas bumi jangka panjang di Gunung Salak dan Gunung Drajat, Jawa Barat serta di Lahendong, Sulawesi Utara. “Ada juga Rig 4yang dipakai untuk pengeboran di Hululais, Bengkulu dan Rig 10 yang pernah bekerja di Batu Raden, Jawa Tengah,” imbuh dia, Senin (15/2).  Menurut Pretycia, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, khususnya untuk pengeboran sumber energi terbarukan tersebut di area darat. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan bahwa sekitar 40% cadangan energi panas bumi dunia berada di Indonesia.

Namun, iamenilai dalam dua tahun terakhir, kegiatan pengeboran panas bumi tidak banyak dilakukan di Indonesia. Ini mengingat pengembang panas bumi masih diliputi oleh  ketidakpastian regulasi, terutama terkait tarif listrik dari panas bumi. “Kami harap pemerintah akan lebih aktif memaksimalkan potensi tersebut, sehingga membuka peluang bagi Apexindo untuk berpartisipasi mendukung pengembangan sektor panas bumi di dalam negeri,” ungkap dia. Di luar itu, Manajemen APEX tetap berusaha memaksimalkan peluang dari bisnis jasa pengeboran migas. Terlebih lagi, pemerintah berupaya mempercepat pencapaian produksi minyak 1 juta barel per hari.

Adapun pada tahun ini, target produksi minyak nasional ditetapkan sebesar 705.000 barel per hari. Pihak APEX berharap pemerintah terus mengawal program-program pengeboran yang sudah dijadwalkan dan terus melakukan pengawasan agar program tersebut terealisasi sesuai jadwal yang ditentukan. APEX pada dasarnya akan ikut mendukung pencapaian target pemerintah dalam memproduksi minyak hingga 1 juta barel per hari. Langkah yang bisa dilakukan APEX adalah memaksimalkan rig-rig milik perusahaan dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan di berbagai wilayah kerja migas. 

Selain itu, APEX juga berusaha meningkatkan utilisasi armada perusahaan dengan mengikuti tender-tender yang ada serta meningkatkan kegiatan pemasaran untuk mempromosikan rig-rig perusahaan. “Di sisi lain, kami juga akan terus menerapkan strategi efisiensi biaya di mana perusahaan selalu menjaga biaya seefektif mungkin, terutama yang berhubungan dengan kegiatan operasional,” tandas dia. Sekadar catatan, APEX mengalami penurunan pendapatan sebesar 32,49% (yoy) per kuartal III-2020 menjadi US$ 46,66 juta. Di periode yang sama, APEX juga mengalami kerugian bersih sebanyak US$ 14,20 juta. 

Kontan.co.id, Tuesday, February 16, 2021.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/apexindo-pratama-duta-apex-incar-peluang-dari-jasa-pengeboran-panas-bumi

Apexindo Raih Kontrak US$ 68 Juta dari Pertamina Hulu Mahakam

JAKARTA, Investor.id – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) meraih kontrak pengeboran minyak dan gas (migas) dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) senilai US$ 68 juta. Kontrak pengeboran yang berlokasi di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, tersebut berdurasi 1,5 tahun yang dimulai Januari tahun ini. Corporate Secretary Apexindo Pratama Duta Frieda Salvantina mengatakan, penandatangan kontrak pengeboran perseroan dengan Pertamina Hulu Mahakam digelar pada 4 Februari 2021 oleh Direktur Utama PHI selaku Kuasa Direktur Utama PHM Chalid Said Salim dan Direktur Utama PT Apexindo Pratama Duta Tbk Zainal Abidinsyah Siregar.  

Kontrak berdurasi selama 1,5 tahun yang berlaku mulai Januari 2021 dan memiliki opsi perpanjangan satu tahun plus satu tahun. “Raihan kontrak tersebut berdampak positif terhadap tingkat utilisasi rig dan pendapatan operasional perseroan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/2). Pertamina Hulu Mahakam selaku operator di wilayah kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memberikan kontrak Drilling Submersible Swamp Barge Services (Swamp Rig) kepada Apexindo Pratama Duta. Sementara itu, General Manager PHM Agus Amperianto mengatakan, rig Yani akan didatangkan ke WK Mahakam untuk menggantikan rig Raisis pada kuartal II-2021 dan akan mendukung operasi pengeboran di lapangan Tambora, Tunu, dan Handil. Dalam kaitan ini, Agus berharap Apexindo turut berperan aktif mengusulkan program-program efisiensi. “Pengembangan berbagai inovasi demi optimasi operasi akan sangat mendukung program Locomotive-8, demi kelanjutan produksi dan pengembangan WK Mahakam,” katanya.

Chalid Said Salim menambahkan, kontrak ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk menjaga tingkat produksi di WK Mahakam. Adapun, komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60,01%. “Penandatanganan ini adalah perwujudan upaya Pertamina menjaga ketahanan energi nasional, mengingat kontrak ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam,” katanya. Guna menahan laju penurunan produksi di WK Mahakam yang sudah berada di fase natural decline, PHM akan mengebor 73 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi serta mengerjakan 4.150 pekerjaan pemeliharaan sumur sepanjang tahun 2021. PHM menargetkan produksi tahun 2021, sebagai berikut gas 485 mmscfd (wellhead) dan likuid (minyak dan kondensat) 22 kbod. 

Investor.id, Monday, February 8, 2021.

Source: https://investor.id/market-and-corporate/apexindo-raih-kontrak-us-68-juta-dari-pertamina-hulu-mahakam

Pertamina Hulu Mahakam dan Apexindo Tandatangani Kontrak Rig Senilai US$ 68 Juta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), mengumumkan pemberian kontrak Drilling Submersible Swamp Barge Services (Swamp Rig) kepada PT Apexindo Pratama Duta, Tbk. Penandatanganan kontrak pengadaan swamp rig ini dilaksanakan secara daring di Jakarta, pada 4 Februari 2021, oleh Direktur Utama PHI selaku Kuasa Direktur Utama PHM, Chalid Said Salim, dan Direktur Utama PT Apexindo Pratama Duta Tbk, Zainal Abidinsyah Siregar.

Turut menyaksikan Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi, General Manager PHM, Agus Amperianto, beserta jajaran manajemen PHI dan PHM. General Manager PHM, Agus Amperianto, menjelaskan Rig Yani akan didatangkan ke WK Mahakam untuk menggantikan Rig Raisis pada kuartal kedua 2021, dan akan mendukung operasi pengeboran di lapangan Tambora, Tunu, dan Handil. Dalam kaitan ini, Agus berharap Apexindo turut berperan aktif mengusulkan program-program efisiensi. “Pengembangan berbagai inovasi demi optimasi operasi akan sangat mendukung program Locomotive-8, demi kelanjutan produksi dan pengembangan WK Mahakam,” katanya. 

Sebagaimana diketahui, melalui program Locomotive-8 (Low Operation Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies – 8), PHM melancarkan suatu upaya terintegrasi untuk optimasi biaya pada semua aktivitas operasi dengan berbasis inovasi dan sinergi, tujuannya demi menjaga keekonomian dan keberlanjutan di lapangan-lapangan WK Mahakam yang sudah berada di fase natural decline. Chalid Said Salim dalam sambutannya mengatakan penandatanganan kontrak ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk menjaga tingkat produksi di WK Mahakam.

“Penandatanganan ini adalah perwujudan upaya Pertamina menjaga ketahanan energi nasional, mengingat kontrak ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam,” katanya. Nilai kontrak mencapai 68 juta dolar AS, berdurasi 1,5 tahun (dengan opsi perpanjangan 1+1 tahun), dan komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60,01 persen. Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan, SKK Migas menyambut baik penandatangan kontrak pengadaan rig ini. “Penandatanganan kontrak ini memperlihatkan tekad PHM untuk terus mempertahankan tingkat produksi di WK Mahakam, upaya ini juga merupakan bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030,” katanya. 

“Untuk menjaga produksi 2021 tidak turun, SKK Migas dan KKKS meningkatkan jumlah kegiatan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 616 sumur, atau naik 144 persen dibandingkan realisasi 2020 yang sebesar 252 sumur. WK Mahakam adalah salah satu tulang punggung produksi hulu migas nasional di tahun 2021 dan menuju target 2030,” ujar Erwin. “SKK Migas mendorong agar dalam pelaksanaan kontrak ini PHM menggunakan tenaga kerja dan bahan baku dalam negeri sehingga kandungan lokal dapat melebihi target yang ditetapkan. Diharapkan kontrak ini akan memberikan efek berganda kepada penyedia jasa dan tenaga kerja nasional, termasuk pemberdayaan dan pembinaan UKM lokal di sekitar daerah operasi,” pungkas Erwin. 

Sebagaimana diketahui, guna menahan laju penurunan produksi di Wilayah Kerja Mahakam, yang telah berada di fase natural decline, maka di sepanjang tahun 2021 PHM akan mengebor 73 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi serta mengerjakan 4.150 pekerjaan pemeliharaan sumur (well intervention/service). PHM menargetkan produksi tahun 2021, sebagai berikut: gas 485 mmscfd (wellhead) dan likuid (minyak dan kondensat) 22 kbod. Pada 2020 PHM memproduksi gas sebanyak 605,76 mmscfd (wellhead) atau lebih tinggi 3 persen dari target WP&B 2020, yakni 590,35 mmscfd, dan likuid sebanyak 29,51 kbod atau lebih tinggi empat persen dari target WP&B 2020 yakni 28,43 kbpd. Dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, PHM juga mencatat prestasi yang baik, hingga hari ini telah mencapai 965 hari kerja tanpa Lost Time Injury (LTI). 

Republika.co.id, Friday, February 5, 2021.

Source: https://www.republika.co.id/berita/qo12s1423/phmapexindo-tandatangani-kontrak-senilai-68-juta-dolar

Pertamina Hulu Mahakam dan Apexindo Tandatangani Kontrak Rig Senilai US$ 68 Juta

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), mengumumkan pemberian kontrak Drilling Submersible Swamp Barge Services (Swamp Rig) kepada PT Apexindo Pratama Duta, Tbk. Penandatanganan kontrak pengadaan swamp rig ini dilaksanakan secara daring di Jakarta, pada 4 Februari 2021, oleh Direktur Utama PHI selaku Kuasa Direktur Utama PHM, Chalid Said Salim, dan Direktur Utama PT Apexindo Pratama Duta Tbk, Zainal Abidinsyah Siregar. 

General Manager PHM, Agus Amperianto, menjelaskan Rig Yani akan didatangkan ke WK Mahakam untuk menggantikan Rig Raisis pada kuartal kedua 2021, dan akan mendukung operasi pengeboran di lapangan Tambora, Tunu, dan Handil. Dalam kaitan ini, Agus berharap Apexindo turut berperan aktif mengusulkan program-program efisiensi. “Pengembangan berbagai inovasi demi optimasi operasi akan sangat mendukung program Locomotive-8, demi kelanjutan produksi dan pengembangan WK Mahakam,” kata Agus dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (5/2/2021). 

Sebagaimana diketahui, melalui program Locomotive-8 (Low Operation Cost of Mahakam to Achieve Effectiveness and Efficiencies – 8), PHM melancarkan suatu upaya terintegrasi untuk optimasi biaya pada semua aktivitas operasi dengan berbasis inovasi dan sinergi, tujuannya demi menjaga keekonomian dan keberlanjutan di lapangan-lapangan WK Mahakam yang sudah berada di fase natural decline. Chalid Said Salim dalam sambutannya mengatakan penandatanganan kontrak ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk menjaga tingkat produksi di WK Mahakam. 

“Penandatanganan ini adalah perwujudan upaya Pertamina menjaga ketahanan energi nasional, mengingat kontrak ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam,” kata Chalid. Nilai kontrak mencapai US$ 68 juta, berdurasi 1,5 tahun (dengan opsi perpanjangan 1+1 tahun), dan komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60,01%. Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi mengatakan, SKK Migas menyambut baik penandatangan kontrak pengadaan rig ini.

“Penandatanganan kontrak ini memperlihatkan tekad PHM untuk terus mempertahankan tingkat produksi di WK Mahakam, upaya ini juga merupakan bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) pada 2030,” kata Erwin. Untuk menjaga produksi 2021 tidak turun, lanjut Erwin, SKK Migas dan KKKS meningkatkan jumlah kegiatan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 616 sumur, atau naik 144 persen dibandingkan realisasi 2020 yang sebesar 252 sumur. Erwin menyebut, WK Mahakam sebagai salah satu tulang punggung produksi hulu migas nasional di tahun 2021 dan menuju target 2030. 

“SKK Migas mendorong agar dalam pelaksanaan kontrak ini PHM menggunakan tenaga kerja dan bahan baku dalam negeri sehingga kandungan lokal dapat melebihi target yang ditetapkan. Diharapkan kontrak ini akan memberikan efek berganda kepada penyedia jasa dan tenaga kerja nasional, termasuk pemberdayaan dan pembinaan UKM lokal di sekitar daerah operasi,” pungkas Erwin. Asal tau saja, guna menahan laju penurunan produksi di Wilayah Kerja Mahakam, yang telah berada di fase natural decline, di sepanjang tahun 2021 PHM akan mengebor 73 sumur pengembangan dan 2 sumur eksplorasi serta mengerjakan 4.150 pekerjaan pemeliharaan sumur (well intervention/service). PHM menargetkan produksi tahun 2021, sebagai berikut: gas 485 mmscfd (wellhead) dan likuid (minyak dan kondensat) 22 kbod. Pada 2020 PHM memproduksi gas sebanyak 605,76 mmscfd (wellhead) atau lebih tinggi 3% dari target WP&B 2020, yakni 590,35 mmscfd, dan likuid sebanyak 29,51 kbod atau lebih tinggi 4% dari target WP&B 2020 yakni 28,43 kbpd. Dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, PHM juga mencatat prestasi yang baik, hingga hari ini telah mencapai 965 hari kerja tanpa Lost Time Injury (LTI). 

Industry.co.id, Friday, February 5, 2021.

Source: https://www.industry.co.id/read/80563/pertamina-hulu-mahakam-dan-apexindo-tandatangani-kontrak-rig-senilai-us-68-juta

SEARCH PAGE  

Gallery of Events

SEARCH PAGE  

  • February 6, 2020, As one of the Company’s social responsibility program, Apexindo help Daarul Rahman Boarding School to build sports facility for futsal, basketball, and volley on 2.325 m2 area. Company also donate for the boarding school sports development.
  • February 21, 2020, Apexindo helds its Extraordinary General Meeting of Shareholders in Apexindo Jakarta Office.
  • May 13-22, 2020, Apexindo shares about 500 donation for orphan, widow, and unfortunate peoples during Ramadhan 2020. Donations not only given in Jakarta, but also in Bekasi, Tangerang, Bojonegara, Banten and Balikpapan.
  • July 31, 2020, On the holy day of Eid al-Adha 1441 H, Apexindo gives 4 qurban animals in Jakarta, Bojonegara and Balikpapan.
  • August 5, 2020, Apexindo helds its Annual General Meeting of Shareholders and Extraordinary General Meeting of Shareholders in Apexindo Jakarta Office.
  • December 10, 2020, Apexindo held its Annual Public Expose electronically.